Jumat, 28 Juni 2013

Sistem Pendidikan di Indonesia




A.          Sistem Pendidikan
Sistem merupakan sehimpunan komponen atau subsistem yang terorganisasikan dan berkaitan sesuai rencana untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Jadi, Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Adapun tujuannya yaitu untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

B.           Jalur Pendidikan Formal
Pendidikan formal merupakan salah satu subsistem pendidikan, di mana Pendidikan formal ini sering disebut pendidikan persekolahan, berupa rangkaian jenjang pendidikan yang telah baku, misalnya SD (Sekolah Dasar).

C.           Komponen-komponen Pendidikan
Komponen dan Saling Hubungan antara Komponen dalam Sistem Pendidikan. Pendidikan sebagai sebuah sistem terdiri dari sejumlah komponen. Komponen tersebut antara lain: raw input (sistem baru), output(tamatan), instrumental input(Guru, Kurikulum, Administrasi, Anggaran, Sarana & prasarana), environmental input (budaya, kependudukan, ekonomi,  politik dan keamanan).
Berikut uraian-uraian penjelasan dari beberapa komponen pendidikan:
1.     Input
Peserta didik yang merupakan masukan mentah (raw input) yang akan diproses menjadi tamatan/lulusan (Out Put). Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. Selain itu, Peserta didik berstatus sebagai subjek didik. Pandangan modern cenderung menyebutkan demikian oleh karena peserta didik adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya.
2.    Proses
Proses pendidikan merupakan kegiatan mobilitas segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan, Kualitas proses pendidikan menggejala pada dua segi, yaitu kualitas komponen dan kualitas pengelolaannya, pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup makro, meso, mikro. Adapun tujuan utama pemgelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal. Di dalam proses pendidikan terbagi atas 2, yaitu:
a.   Instrumental Input
a). Pendidik
adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Selain itu, Pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja diartikan kegiatan membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal dasar untuk bekerja. Pembekalan dasar berupa pembentukan sikap, pengetahuan dan keterampilan kerja pada calon luaran. Ini menjadi misi penting dari pendidikan karena bekerja menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia.

              b). Administrasi Sekolah
  Administrasi pendidikan adalah penerapan ilmu administrasi dalam dunia pendidikan atau dalam pembinaan, pengembangan dan pengendalian usaha praketk-praktek pendidikan. Administrasi sekolah adalah salah satu bagian dari administrasi pendidikan, yaitu administrasi pendidikan yang dilaksanakan di sekolah. Salah satu alat administrasi sekolah adalah tata usaha, seperti Menyusun kebijakan akademik sekolah(visi&misi), Membuat peraturan sekolah, Membuatprogram pembelajaran tahunan,Menyusunkalenderakademik.Membagi tugas bagi para guru,Menyusun jadwal pelajaran, Mengatur gaji pegawai sekolah.

                               c). Anggaran Pendidikan
Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. Salah satu pengalokasian anggaran pendidikan dari pemerintah bagi siswa SD dan SMP yakni telah diwujudkan dalam program BOS (Biaya Operasional Sekolah). Melalui BOS ini, SPP telah ditiadakan. Sehingga bagi seluruh siswa SD dan SMP negeri di Indonesia dimungkinkan gratis dalam hal pembiayaan SPP. Selain pengalokasian dalam bentuk program BOS, masih terdapat program dari pemerintah untuk anggaran pendidikan.

d). Sarana & Prasarana
 Sarana dan prasarana memiliki arti yang terpisah tetapi dalam pemanfaatan dalam suatu lembaga sangat berkaitan. Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang digunakan secara langsung untuk menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar mengajar, seperti, gedung, ruang kelas, serta alat-alat dan media pengajaran yang lainnya. Adapun yang
dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung dapat menunjang jalannya proses pendidikan atau pengajaran,seperti, halaman, taman dan lain-lain. Tetapi jika digunakan secara langsung untuk proses pengajaran, seperti halaman atau taman untuk pelajaran biologi dan pemanfaatan yang lainnya.
Sarana dan prasarana pendidikan disuatu lembaga atau madrasah termasuk manajemen kelembagaan sekolah yang perlu penataan oleh kepalasekolah sebagai pemimpin, walaupun dalam pelaksanaanya semua pihak ikut berpartisipasi aktif demi tercapainya tujuan sekolah. Dalam suatu lembaga atau madrasah yang sarana prasarananya di-mana dengan baik akan menampilkan kenyamanan, keindahan dan kemudahan dalam penggunaanya.

e).Kurikulum
   adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

b. Environment     Input
a)     Kependudukan
Yang dimaksud di sini adalah berapa banyak peserta didik dan guru ataupun non-guru yang ada dalam satu lingkungan sekolah. Begitupun,di dalam kelasnya masing-masing, misalnya: julmah siswa dalam satu kelas adalah 40, laki-laki berjumlah 10 orang dan perempuan berjumlah 30 orang,dll.


b). Ekonomi
Di sini berkaitan dengan masalah ekonomi masyarakat atau peserta didik, dimana ada berbagai macam bentuk ekonominya, ada yang tinggi atau mapan, sederhana, dan ada juga yang rendah atau kekurangan , meskipun dalam hal ekonomi berbeda-beda namun, mereka teteap dapat melanjutkan sekolahnya untuk menggapai citanya masing-masing.

c). Politik
Sekolah juga menempati posisi penting sebagai agen sosialisasi politik. Sekolah merupakan secondary group. Kebanyakan dari kita mengetahui lagu kebangsaan, dasar negara, pemerintah yan ada, dari sekolah. Oleh sebab itu, sistem pendidikan nasional selalu tidak terlepas dari pantauan negara oleh sebab peran pentingnya. Adapun contoh-contoh politik di lingkungan sekolah yaitu, pemilihan ketua kelas, forum-forum diskusi, musyawarah, serta membuat artikel tentang aspirasi siswa.

 d). Keamanan
Merupakan salah satu syarat terciptanyasekolah yang baik, mengapa? Karena dengan adanya keamanan akan terciptanya lingkungan yang tentram. Daripada itu maka suatu kegiatan keamanan sekolah harus diadakan dan di suatu sekolah. Misalnya, Polisi Keamanan Sekolah (PKS) merupakansalah satu program dalam melaksanakan sekolah yang aman, dan tentram, di mana sejak dini siswaa-siswi si ajarkan cara berperilaku yang baik dan dapat berperilaku disiplin dan tidak berbuat semaunya karena diberi sebuah pengetahuan tentang pentingnya keamanan yang ada dalam sebuah sekolah.


e). Sosial Budaya
Proses sosial budaya adalah usaha pembudayaan sekolah sebagai pranata sosial untuk membudayakan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan tradisi yang ada dalam suatu komunitas budaya, serta untuk mengembangkan budaya dalam komunitas melalui pencapaian akademik siswa.
      Contoh nilai-nilai sosial buadaya yang hendak dicapai seorang siswa:
1.       Etika, sebagai prinsip dasar dalam kehidupan sehari-hari.
2.     Kejujuran dan integritasi.
3.     Bertanggung jawab.
4.     Hormat pada aturan & hukum masyarakat.
5.     Hormat pada hak orang/warga lain.
6.     Cinta pada pekerjaan.
7.      Berusaha keras untuk menabung & investasi.
8.     Mau bekerja keras.
9.     Tepat waktu.

3.    Output
Adalah tamatan/lulusan (Out Put), yang selanjutnya akan bereksistensi dalam kehidupan masyarakat (Out Come).

D.     SUB-KOMPONEN PENDIDIKAN
Salah satu sub-komponen yang saya bahas di dini yaitu sub-sub komponen dari Kurikulum.Kurikulum memiliki lima subkomponen utama, yaitu : (1) tujuan; (2) materi; (3) strategi, pembelajaran; (4) organisasi kurikulum dan (5) evaluasi. Kelima komponen tersebut memiliki keterkaitan yang erat dan tidak bisa dipisahkan.
1.     Tujuan
Mengingat pentingnya pendidikan bagi manusia, hampir di setiap negara telah mewajibkan para warganya untuk mengikuti kegiatan pendidikan, melalui berbagai ragam teknis penyelenggaraannya, yang disesuaikan dengan falsafah negara, keadaan sosial-politik kemampuan sumber daya dan keadaan lingkungannya masing-masing. Kendati demikian, dalam hal menentukan tujuan pendidikan pada dasarnya memiliki esensi yang sama. Hummel (Uyoh Sadulloh, 1994) bahwa tujuan pendidikan secara universal akan menjangkau tiga jenis nilai utama yaitu: Autonomy Equity Survival. Dalam Permendiknas No. 22 Tahun 2007 dikemukakan bahwa tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Tujuan pembelajaran merupakan tujuan pendidikan yang lebih operasional, yang hendak dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran dari setiap mata pelajaran.

2.    Materi Pembelajaran
Dalam menentukan materi pembelajaran atau bahan ajar tidak lepas dari filsafat dan teori pendidikan dikembangkan. Seperti telah dikemukakan di atas bahwa pengembangan kurikulum yang didasari filsafat klasik (perenialisme, essensialisme, eksistensialisme) penguasaan materi pembelajaran menjadi hal yang utama. Dalam hal ini, materi pembelajaran disusun secara logis dan sistematis, dalam bentuk: Teori, Konsep, Generalisasi, Prinsip, Prosedur, Istilah, Contoh/ilustrasi, Definisi, Preposisi dan Fakta.

3.    Strategi pembelajaran
Terkait dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, belakangan ini mulai muncul konsep pembelajaran dengan isitilah PAKEM, yang merupakan akronim dariPembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Oleh karena itu, dalam prakteknya seorang guru seyogyanya dapat mengembangkan strategi pembelajaran secara variatif, menggunakan berbagai strategi yang memungkinkan siswa untuk dapat melaksanakan proses belajarnya secara aktif, kreatif dan menyenangkan, dengan efektivitas yang tinggi.

4.   Organisasi Kurikulum
Berkenaan dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, tampaknya lebih cenderung menggunakan pengorganisasian yang bersifat eklektik, yang terbagi ke dalam lima kelompok mata pelajaran, yaitu : (1) kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; (2) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; (3) kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; (4) kelompok mata pelajaran estetika; dan (5) kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan. Kelompok-kelompok mata pelajaran tersebut selanjutnya dijabarkan lagi ke dalam sejumlah mata pelajaran tertentu, yang disesuaikan dengan jenjang dan jenis sekolah. Di samping itu, untuk memenuhi kebutuhan lokal disediakan mata pelajaran muatan lokal serta untuk kepentingan penyaluran bakat dan minat peserta didik disediakan kegiatan pengembangan diri.

5.    Evaluasi Kurikulum
Evaluasi merupakan salah satu komponen kurikulum. Dalam pengertian terbatas, evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan-tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan. Dalam pengertian yang lebih luas, evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa kinerja kurikulum secara keseluruhan ditinjau dari berbagai kriteria. Indikator kinerja yang dievaluasi tidak hanya terbatas pada efektivitas saja, namun juga relevansi, efisiensi, kelaikan (feasibility) program. Evaluasi kurikulum juga bervariasi, bergantung pada dimensi-dimensi yang menjadi fokus evaluasi. Salah satu dimensi yang sering mendapat sorotan adalah dimensi kuantitas dan kualitas. Instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi dimensi kuantitatif, seperti tes standar, tes prestasi belajar, tes diagnostik dan lain-lain. Sedangkan, instrumen untuk mengevaluasi dimensi kualitatif dapat digunakan, questionnare, inventori, interview, catatan anekdot dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar