Jumat, 28 Juni 2013

( Hakekat Manusia dan Kebutuhan akan Pendidikan) Hakekat Anak sebagai Manusia


MAKALAH

( Hakekat Manusia dan Kebutuhan akan Pendidikan)
Hakekat Anak sebagai Manusia

DI SUSUN

Oleh :
KELOMPOK VI
          Ketua Kelompok :
                        Junardi (1247141004)
          Anggota Kelompok :
                        Fifi Puspita Herman (1247141001)
                        Nurul Mukhlisah (1247141044)
                        Rosmawati (1247141016)
                        Erni Bin Talib (1247141014)


UPP PGSD PAREPARE
FIP UNM
2013




KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini yang membahas tentang “Hakekat Manusia dan Kebutuhan Akan Pendidikan a. Hakekat Anak Sebagai Manusia”.  Tidak lupa kami ucapkan kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam  menyelesaikan makalah ini.
Penyusun menyadari keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama ini, sehingga sangat diharapkan saran dan kritikan yang sifatnya membangun, khususnya terhadap isi makalah ini agar nantinya dapat berguna bagi semua kalangan masyarakat terutama pada para Mahasiswa.
Akhirnya semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, mudah – mudahan segala niat baik kita mendapat berkat disisinya.


                                                                                    Parepare, 13 September 2012
Penyusun

Kelompok VI




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna dimuka bumi ini mempunyai perbedaan dan kelebihan dengan makhluk-makhluk lain. Akal, merupakan sesuatu hal yang dimiliki oleh manusia yang sangat berguna untuk mengatur insting serta ego manusia itu sendiri agar tercapai tujuan kehidupannya.
Dengan akal, manusia bisa mempelajari makna serta hakikat kehidupan dimuka bumi ini, tanpa akal, manusia tidak mempunyai perbedaan sedikitpun dengan makhluk yang lainnya. Akal juga membutuhkan ilmu serta pengetahuan agar bisa berjalan dengan fungsinya, hakikat manusia sebagai makhluk yang selalu membutuhkan ilmu pengetahuan. Hakikat manusia bisa menjadi makhluk individual, makhluk social, makhluk peadegogis dan manusia sebagai mahkluk yang beragama.
B.     Rumusan Masalah
1.      Pengertian hakikat manusia
2.      Psikologi dan hukum perkembangan anak (manusia)
3.      Perubahan tingkah laku akibat belaja
C.     Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui hakekat manusia dan kebutuhannya akan pendidikan ( a. Hakekat anak sebagai Manusia)

BAB II
PEMBAHASAN
1.  PENGERTIAN HAKIKAT MANUSIA
Hakekat manusia adalah sebagai berikut :
a.       Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
b.      Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
c.       yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
d.      Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
e.       Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati
f.       Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas
g.      Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
h.      Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusiaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.


Kebutuhan Manusia akan Pendidikan

Kenapa manusia membutuhkan pendidikan ?.
Anak manusia lahir dengan bermacam-macam potensi  Agar potensi sebagai modal dasar dapat berkembang maka perlu bantuan, bimbingan, dan pengarahan dari orang-orang yang bertanggungjawab. Pendidikan bertujuan membantu mengembangkan potensi kearah yang lebih baik. Pendidikan tidak hanya berarti penyampaian pengetahuan tetapi merekomendasikan nilai-nilai. Manusia tidak akan menjadi manusia kalau tidak dibesarkan dalam lingkungan manusia.
Pengertian Manusia
         Manusia : Mahluk yang pandai bertanya, bahkan mempertanyakan dirinya, keberadaannya dan dunia seluruhnya
         Istilah lain manusia: Homo sapiens, homo faber, homo economicus & homo religiosus (animal rationale, animal symbolicum dan animal educandum)
Manusia menurut pola Pemikiran
         Biologis
Manusia dan kemampuan kreatifnya dikaji dari struktur fisiologisnya. Meskipun ada kesamaan dengan binatang, tapi ada yang khas dari aktivitasnya yaitu bahasa, posisi vertikal tubuhnya, dan ritme pertumbuhannya.
         Psikologis
        Menurut aliran psikoanalisa, manusia pada dasarnya digerakkan dari dorongan dari dalam yang bersifat instrinsik
        Menurut Aliran Humanistik: menentang aliran psikoanalisa, manusia itu rasional, tersosialisasi dan dapat menentukkan nasibnya sendiri
        Behavioristik, manusia merupakan mahluk reaktif yang tingkahlakunya dikontrol oleh faktor luar


         Pemikiran sosio-budaya
Kodrat manusia tidak hanya mengenal satu bentuk yang uniform melainkan berbagai bentuk (animal symbolicum, zoon politicon)
         Pemikiran Religius
Tipe manusia yang hidup dalam suatu alam yang sakral, penuh dengan nilai-nilai religius dan dapat menikmati sakralitas yang ada.

2. Ragam Pemahaman Tentang Hakikat Manusia, Sbb:
1. HOMO RELIGIUS:
Pandangan tentang sosok manusia dan hakikat manusia sebagai makhluk yang beragam. Manusia diciptakan Tuhan Yang Maha Esa di muka bumi ini sebagai makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lain ciptaan-Nya. Melalui kesempurnaannya itulah manusia bisa berfikit, bertindak, berusaha dan bisa manentukan mana yang baik dan benar. Disisi lain manusia meyakini bahwa ia memiliki keterbatasan dan kekurangan. Mereka yakin ada kekuatan lain, yaitu Tuhan sang pencipta alam semesta. Oleh sebab itu, sudah menjadi fitrah manusia, pada hakikatnya manusia adalah makhluk religius yang mempercayai adanya sang maha pencipta yang mengatur seluruh sistem kehidupan dimuka bumi ini.
2. HOMO SAPIENS:
Pemahaman hakikat manusia sebagai makhluk yang bijaksana dan dapat berfikir atau sebagai animal rationale. Hakikat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi dan paling mulia. Hal ini disebabkan oleh manusia karena memiliki akal, pikiran, rasio, daya nalar, cipta dan karsa, sehingga manusia mampu mengembangkan dirinya sebagai manusia seutuhnya. Manusia sebagai suatu organisme kehidupan dapat tumbuh dan berkembang, namun yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah manusia memiliki daya pikir sehingga ia bisa berbicara, berfikir, berbuat, belajar, dan memiliki cita-cita sebagai dambaan dalam menjalankan kehidupannya yang lebih baik.
3. HOMO FABER:
Pemahaman hakikat manusia sebagai makhluk yang berpiranti (perkakas). Manusia dengan akal dan ketrampilan tangannya dapat menciptakan atau menghasilkan sesuatu (sebagai produsen) dan pada pihak lain ia juga menggunakan karya lain (sebagai konsumen) untuk kesejahteraan dan kemakmuran hidupnya. Melalui kemampual dan daya pikir yang dimilikinya, serta ditunjang oleh daya cipta dan karsa, manusia dapat berkiprah lebih luas dalam tatanan organisasi kemasyarakata menuju kehidupan yang lebih baik.
4. HOMO HOMINI SOCIUS:
Kendati manusia sebagai makhluk individu, makhluk yang memiliki jati diri, yang memiliki ciri pembeda antara yang satu dengan yang lainnya, namun pada saat yang bersamaan manusia juga sebagai kawan sosial bagi manusia lainnya. Ia senantisa berinteraksi dengan lingkungannya. Ia berhubungan satu sama lain dan membentuk suatu masyarakat tertentu. Walaupun terdapat pendapat yang berlawanan, ada yang menyebut manusia adalah serigala bagi manusia lain (homo homini lupus). Pemahaman yang terakhir inilah yang harus dihindarkan agar tidak terjadi malapetaka dimuka bumi ini. Sejarah telah membuktikan adanya perang saudara ataupun pertikaian antarbangsa, pada akhirnya hanya membuahkan derajat peradapan manusia semakin tercabik-cabik dan terhempaskan.
5. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK ETIS DAN ESTETIS:
Hakikat manusia pada dasarnya adalah sebagai makhluk yang memiliki kesadaran susila (etika) dalam arti ia dapar memahami norma-norma sosial dan mampu berbuat sesuai dengan norma dan kaidah etika yang diyakininya. Sedangkan makna estetis yaitu pemahaman tentang hakikat manusia sebagai makhluk yang memiliki rasa keindahan (sense of beauty) dan rasa estetika (sense of estetics). Sosok manusia yang memiliki cita, rasa, dan dimensi keindahan atau estetika lainnya.


         Pentingnya hakekat anak sebagai manusia
        Anak merupakan salah satu unsur/komponen sistem pendidikan
        Urusan utama pendidikan adalah manusia
         Hakekat anak sebagai manusia
        Anak manusia ketika lahir dibekali bermacam-macam potensi
        Anak adalah calon manusia yang dapat tumbuh & berkembang
        Dalam mengembangkan dirinya ia membutuhkan lingkungan hidup berkelompok

2. PSIKOLOGI DAN HUKUM PERKEMBANGAN ANAK (MANUSIA)
Psikologi adalah suatu ilmu yang menyelidiki serta mempelajari sikap, tingkah laku atau aktivitas-aktivitas di mana sikap, tingkah laku, atau aktivitas-aktivitas itu sebagai manifestasi hidup kejiwaan. Objek Psikologi adalah Jiwa.

 
Bidang            garapan            Psikologi :
a.
Psikologi Teoritis
1).
Psikologi Umum
2).
Psikologi Khusus
-          Psikologi Perkembangan
-          Psikologi Kepribadian dan Typologi
-          Psikologi Sosial
-          Psikologi Pendidikan
-          Psikologi Abnormal
b.
Psikologi Praktis :
1).
Psikodiagnostik
2).
Psikologi Klinis dan Bimbingan Psikologis
3).
Psikologi Perusahaan
4).
Psikologi Pendidikan

Perkembangan merupakan suatu proses sosialisasi dalam bentuk irnitasi yang berlangsung dengan adaptasi (penyesuaian) dan seleksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia adalah keturunan, lingkungan, dan manusia itu sendiri. Hukum tempo perkembangan menyatakan bahwa tiap-tiap anak memiliki tempo perkembangan yang berbeda. Anak juga memiliki masa peka, yaitu suatu masa di mana suatu organ atau unsur psikologis anak mengalami perkembangan yang sebaik-baiknya. Bagi seorang pendidik, mengetahui perkembangan anak diperlukan dalam membimbing anak sesuai dengan perkembangannya.


4.      PERUBAHAN TINGKAH LAKU AKIBAT BELAJAR
Ø  Pengertian belajar dapat disimpulkam sebagai berikut :
a.       Dengan belajar itu belajar itu diharapkan tingkah laku seseorang akan berubah.
b.      Dengan belajar pengetahuan dan kecakapan seseorang akan bertarnbah.
c.       Perubahan tingkah laku dan penambahan pengetahuan ini di dapat lewat suatu usaha.
Ø  Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam belajar adalah :
a.       Anak yang belajar meliputi faktor fisiologis dan psikologis.
b.      Faktor dari luar :
c.        
1). endogen :
v  fisiologis (kesehatan fisik dan indra)
v  psikologis :
·         adanya rasa ingin tahu.dari siswa.
·         kreatif, inovatif de akseleratif
·         bermotivasi tinggi.
·         adanya sifat kompetitif yang sehat
·         kebutuhan akan rasa aman, penghargaan, aktualisasi diri, kasih sayang dan rasa memiliki.
2). eksogen :
v  instrumental (kurikulum, program, laboratorium)
v  lingkungan (sosial dan non sosial)
Ø    Pusat berlangsungnya pendidikan adalah : Keluarga, sekolah, masyarakat.

Ø  Ciri-ciri keberhasilan pendidikan pada seseorang dapat terlihat pada :
a.       Mengerti benar akan tugasnya dengan baik dan didorong oleh rasa tanggung jawab yang kuat terhadap dirinya serta terhadap Tuhan.
b.      Mampu mengadakan hubungan sosial dengan bekerja sama dengan orang lain.
c.       Mampu menghadapi segala perubahan dunia karena salah satu ciri kehidupan ialah perubahan.
d.      Sadar akan dirinya dan harga dirinya sehingga tidak mudah memperjualbelikan dirinya dan kreatif.
e.       Peka terhadap nilai-nilai yang sifatnya rohaniah.
Pribadi manusia tidak dapat dirumuskan sebagai suatu keseluruhan tanpa sekaligus meletakkan hubungannya dengan lingkungan. Jadi kepribadian adalah suatu kesatuan psikofisik termasuk bakat, kecakapan, emosi, keyakinan, kebiasaan, menyatakan dirinya dengan khas di dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Sedangkan peranan pendidik dalam pengembangan kepribadian adalah menjadi jembatan penghubung atau media untuk mengaktualisasikan potensi psikofisik individu dalam menyelesaikan diri dengan lingkungannya.
Ø  Menurut Ki Hadjar Dewantara terdapat lima asas dalam pendidikan yaitu :
A.    Asas kemerdekaan; Memberikan kemerdekaan kepada anak didik, tetapi bukan kebebasan yang leluasa, terbuka (semau gue), melainkan kebebasan yang dituntun oleh kodrat alam, baik dalam kehidupan individu maupun sebagai anggota masyarakat.
B.     Asas kodrat Alam; Pada dasarnya manusia itu sebagai makhluk yang menjadi satu dengan kodrat alam, tidak dapat lepas dari aturan main (Sunatullah), tiap orang diberi keleluasaan, dibiarkan, dibimbing untuk berkembang secara wajar menurut kodratnya.
C.     Asas kebudayaan; Berakar dari kebudayaan bangsa, namun mengikuti kebudyaan luar yang telah maju sesuai dengan jaman. Kemajuan dunia terus diikuti, namun kebudayaan sendiri tetap menjadi acauan utama (jati diri).
D.    Asas kebangsaan; Membina kesatuan kebangsaan, perasaan satu dalam suka dan duka, perjuangan bangsa, dengan tetap menghargai bangsa lain, menciptakan keserasian dengan bangsa lain.
E.     Asas kemanusiaan; Mendidik anak menjadi manusia yang manusiawi sesuai dengan kodratnya sebagai makhluk Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar